Rabu, 07 Mei 2014

Pengangguran Problema Ekonomi Terbesar Indonesia

Fase krisis ekonomi global memang sudah terlewati, demikian persepsi secara umum, namun pemerintah memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2014 masih diliputi oleh ketidakpastian.

Sama halnya seperti pengangguran, masalah ini akan selalu krusial untuk diselesaikan, karena membengkaknya peminat kerja, sedangkan lapangan kerja itu sendiri kian menyempit. Eksesnya, postur ekonomi Indonesia didominasi 80% oleh sektor informal. Mereka umunya bekerja sebagai pedagang kaki lima, pedagang asongan, usaha kecil menengah, dan seterusnya. Pemerintah masih perlu menciptakan lapangan kerja lebih banyak dalam menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta dengan meneruskan program-program yang pro rakyat.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran:
- kurangnya lapangan pekerjaan
- tidak sesuainya skil terhadap profesi tertentu
- sumber daya manusia yang rendah
- tingginya pertumbuhan penduduk, dan lain-lain.

Setiap tahun di Indonesia terjadi pengangguran mencapai angka 2 juta orang. Mereka di antaranya adalah lulusan S1 dan S2, sama halnya di pasar tenaga kerja, terjadi pengangguran sebanyak 8,59 juta orang. Maka dari itu perlu adanya perbaikan di bidang pendidikan untuk menciptakan peserta terdidik dari segi finansial.

Dalam konteks global, Indonesia menjadi negara peringkat tertinggi tingkat penganggurannya dan menjadi ancaman terbesar. Presiden SBY sudah berusaha akan menekan angka kemiskinan sebesar 0,5%, ia pun mencanangkan sistem ekonomi ktreatif untuk mengatasi dua hal tersebut, karena hanya dengan tingkat entrepreneur 2%, Indonesia kemungkinan besar dapat menjadi negara maju.

Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan, asalkan pemerintah bertindak secara jujur dalam mengambil kebijakan. Pemerintah mengontrol kegiatan masyarakat, masyarakat pun mengawasi kinerja pemerintah, saling menjaga dan stay in control.

Facebook      : https://www.facebook.com/cia.diamond
Twitter            : https://twitter.com/CutIntanArifah
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/cutintanarifah

Selasa, 06 Mei 2014

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Sukses

Banda Aceh – Even Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 yang bertemakan “Ta manyum tika, ta hareukat, ta bangun bansa” ini diselenggarakan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh dengan berbagai pihak yang terkait industri kreatif, mulai dari praktisi pengusaha kreatif, akademisi, dan berbagai komunitas kreatif yang ada di Banda Aceh.

Acara yang berkonsep pameran produk ini dilaksanakan pada tanggal 1-4 Mei 2014 yang lalu dengan berpusat di Taman Putroe Phang. Puncak acara akan dilaksanakan pada tanggal 11 Mei di Gedung ACC (Aceh Community Centre) Sultan II Selim.

Sebelumnya pada hari sabtu (05/04) bertempat di NA Coffe, Lampriet, panitia telah menyelenggarakan Soft Launching Pekan Kreatif Banda Aceh yang bertajuk “Banda Aceh Kreatif Berbagi” dan mendapat antusias besar oleh berbagai komunitas kreatif dan wirausaha muda di Banda Aceh, hal ini terlihat pada peserta yang memenuhi tempat duduk di lokasi soft launching tersebut.

Aiyub Bustamam selaku CEO Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 memaparkan bahwa telah menyelenggarakan beberapa rangkaian acara untuk menyemarakkan Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 tersebut. Terbukti dalam kegiatan tersebut banyak Pameran Produk dari sub sektor industri kreatif, kompetisi-kompetisi kreatif di antaranya arsitektur, desain, film video fotografi, kerajinan, kuliner, musik, mode, percetakan, periklanan, permainan interaktif, riset, pasar barang seni, pertunjukan, teknologi informasi, dan TV/Radio serta kegiatan-kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan. Even ini nantinya akan ditutup dengan penyerahan Award Insan Kreatif  Madani pada pertengahan Mei 2014 mendatang.

“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus memberi dukungan terhadap kegiatan ataupun gerakan pemuda yang positif dalam membangun Kota Banda Aceh Kreatif.” Jelas Sayed Fauzan dari pihak Disbudpar Kota Banda Aceh.

Ia juga mengajak seluruh komunitas yang ada di Kota Banda Aceh untuk berpatisipasi dalam kegiatan ini, sehingga masyarakat luar semakin tertarik untuk hadir ke Banda Aceh. Serta dengan semakin kreatifnya masyarakat Kota Banda Aceh maka akan terus menunjang perekonomian.

*Informasi acara selengkapnya bisa didapat pada akun:
Twitter                          : @pekankreatifBNA
Facebook                     : Pekan Kreatif Banda Aceh 2014
Website                        : www.aceh-kreatif.com
Contact Official             : 0852 6043 5585.

Salam semangat sinergi bersama untuk Aceh yang lebih baik.

Facebook      : https://www.facebook.com/cia.diamond
Twitter            : https://twitter.com/CutIntanArifah
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/cutintanarifah

Sabtu, 30 Juni 2012

Negeri Berjuta Mimpi


Selama ini mindsite kita telah didoktrin dengan asumsi bahwa Indonesia dikenal dengan negeri berjuta impian. Negeri yang terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, potret pemandangan alam yang indah, sifat keramah-tamahan yang tinggi, kebiasaan menyelesaikan masalah dengan musyawarah-mufakat, cinta akan kedamaian, selalu mencari rezeki yang halal, hidup sehat dengan fasilitas memadai, begitu juga dengan pendidikannya.

Saking melimpahnya sumber daya alam yang ada, sampai-sampai kita tak mampu lagi mengelolanya. Selain karena sumber daya manusianya yang kurang diisi dengan cukup ilmu, juga karena telah terbiasa didikte oleh negara adi kuasa, Amerika Serikat. Negeri kita ini sudah terlalu takut, tidak ada lagi keberanian untuk mengutarakan yang mana yang baik dan yang mana yang benar. Semua sudah terhalang dengan yang namanya uang, semua sudah ditutupi dengan ketakutan dan ketaatan terhadap negara induk.

Sifat ramah dan cinta damai seakan sudah tenggelam dengan seiring sering terjadinya konflik, perang saudara di mana-mana, keegoisan yang tinggi, tidak peka akan sesama dan penderitaan yang di alami oleh orang lain, entah kemana perginya sifat tenggang rasa itu.

Saya, dan kita semua tentunya berharap ini semua segera mengalami perubahan yang walaupun memang membutuhkan proses untuk sembuh dari penyakit-penyakit hati dan keterpurukan ini.
          
          Ya, inilah negeri kami, negeri yang dinamakan negeri sejuta impian, hanya impian, mimpi yang tak kunjung terwujud tanpa ada usaha bersama untuk merubah. Namun kita tetap harus selalu optimis, suatu saat akan ada yang merubah kaleidoskop kehidupan negeri kita ini, dan bangkit dari cerita yang awalnya hanya menjadi mimpi, kemudian menjadi perjalanan kehidupan negeri yang indah, adil, makmur, dan sejahtera atas aksi nyata kita. Ya, aksi nyata itu timbul dari kita, yaitu diri kita sendiri, mulailah dari niat tulus dan yakin seyakin-yakinnya bahwa negeri ini pasti akan berubah manjadi lebih baik di mata dunia.

Facebook      : https://www.facebook.com/cia.diamond
Twitter            : https://twitter.com/CutIntanArifah
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/cutintanarifah