Sabtu, 30 Juni 2012

Negeri Berjuta Mimpi


Selama ini mindsite kita telah didoktrin dengan asumsi bahwa Indonesia dikenal dengan negeri berjuta impian. Negeri yang terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, potret pemandangan alam yang indah, sifat keramah-tamahan yang tinggi, kebiasaan menyelesaikan masalah dengan musyawarah-mufakat, cinta akan kedamaian, selalu mencari rezeki yang halal, hidup sehat dengan fasilitas memadai, begitu juga dengan pendidikannya.

Saking melimpahnya sumber daya alam yang ada, sampai-sampai kita tak mampu lagi mengelolanya. Selain karena sumber daya manusianya yang kurang diisi dengan cukup ilmu, juga karena telah terbiasa didikte oleh negara adi kuasa, Amerika Serikat. Negeri kita ini sudah terlalu takut, tidak ada lagi keberanian untuk mengutarakan yang mana yang baik dan yang mana yang benar. Semua sudah terhalang dengan yang namanya uang, semua sudah ditutupi dengan ketakutan dan ketaatan terhadap negara induk.

Sifat ramah dan cinta damai seakan sudah tenggelam dengan seiring sering terjadinya konflik, perang saudara di mana-mana, keegoisan yang tinggi, tidak peka akan sesama dan penderitaan yang di alami oleh orang lain, entah kemana perginya sifat tenggang rasa itu.

Saya, dan kita semua tentunya berharap ini semua segera mengalami perubahan yang walaupun memang membutuhkan proses untuk sembuh dari penyakit-penyakit hati dan keterpurukan ini.
          
          Ya, inilah negeri kami, negeri yang dinamakan negeri sejuta impian, hanya impian, mimpi yang tak kunjung terwujud tanpa ada usaha bersama untuk merubah. Namun kita tetap harus selalu optimis, suatu saat akan ada yang merubah kaleidoskop kehidupan negeri kita ini, dan bangkit dari cerita yang awalnya hanya menjadi mimpi, kemudian menjadi perjalanan kehidupan negeri yang indah, adil, makmur, dan sejahtera atas aksi nyata kita. Ya, aksi nyata itu timbul dari kita, yaitu diri kita sendiri, mulailah dari niat tulus dan yakin seyakin-yakinnya bahwa negeri ini pasti akan berubah manjadi lebih baik di mata dunia.

Facebook      : https://www.facebook.com/cia.diamond
Twitter            : https://twitter.com/CutIntanArifah
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/cutintanarifah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar