Sama halnya seperti
pengangguran, masalah ini akan selalu krusial untuk diselesaikan, karena
membengkaknya peminat kerja, sedangkan lapangan kerja itu sendiri kian
menyempit. Eksesnya, postur ekonomi Indonesia didominasi 80% oleh sektor
informal. Mereka umunya bekerja sebagai pedagang kaki lima, pedagang asongan,
usaha kecil menengah, dan seterusnya. Pemerintah masih perlu menciptakan lapangan kerja lebih
banyak dalam menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta dengan
meneruskan program-program yang pro rakyat.
Beberapa faktor yang
menyebabkan terjadinya pengangguran:
- kurangnya lapangan
pekerjaan
- tidak sesuainya skil
terhadap profesi tertentu
- sumber daya manusia
yang rendah
- tingginya pertumbuhan
penduduk, dan lain-lain.
Setiap tahun di
Indonesia terjadi pengangguran mencapai angka 2 juta orang. Mereka di
antaranya adalah lulusan S1 dan S2, sama halnya di pasar tenaga kerja,
terjadi pengangguran sebanyak 8,59 juta orang. Maka dari itu perlu adanya
perbaikan di bidang pendidikan untuk menciptakan peserta terdidik dari segi
finansial.
Dalam konteks global,
Indonesia menjadi negara peringkat tertinggi tingkat penganggurannya dan
menjadi ancaman terbesar. Presiden SBY sudah berusaha akan menekan angka
kemiskinan sebesar 0,5%, ia pun mencanangkan sistem ekonomi
ktreatif untuk mengatasi dua hal tersebut, karena hanya dengan tingkat entrepreneur 2%, Indonesia kemungkinan besar dapat menjadi negara maju.
Banyak upaya yang dapat
dilakukan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan, asalkan
pemerintah bertindak secara jujur dalam mengambil kebijakan. Pemerintah
mengontrol kegiatan masyarakat, masyarakat pun mengawasi kinerja pemerintah,
saling menjaga dan stay in control.
Facebook : https://www.facebook.com/cia.diamond
Twitter : https://twitter.com/CutIntanArifah
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/cutintanarifah
Kompasiana : http://www.kompasiana.com/cutintanarifah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar